Apa itu Burnout? Kenali Ciri dan Cara Mengatasinya Disini!
Apa itu Burnout? Kenali Ciri dan Cara Mengatasinya Disini!

Apa itu Burnout? Kenali Ciri dan Cara Mengatasinya Disini!


Apa itu burnout? Pernahkah kamu mendengar istilah ini sebelumnya? Burnout adalah sebuah kondisi yang umumnya terkait dengan lingkungan kerja. Kondisi ini seringkali muncul di tempat-tempat kerja yang mengeksploitasi karyawan, menekan mereka secara berlebihan, dan memaksa mereka bekerja di bawah tekanan yang ekstrem. Akibatnya, sebagian besar karyawan mengalami perasaan kelelahan yang mendalam, hilangnya rasa percaya diri, merasa tidak berguna, dan bahkan bisa berujung pada depresi.

Tidak semua orang menyadari saat mereka mengalami burnout. Mereka mungkin hanya merasa terjebak dalam tekanan kerja yang berlebihan, yang akhirnya mengakibatkan stres dan perasaan tidak berdaya. Namun, pada tingkat yang lebih parah, burnout dapat mengakibatkan penurunan drastis dalam rasa percaya diri dan bahkan mendorong seseorang untuk mengambil tindakan yang merugikan diri sendiri, seperti bunuh diri.

Dalam artikel ini, akan dibahas lebih lanjut tentang apa itu burnout, penyebabnya, ciri-cirinya, dampaknya, serta bagaimana cara mencegahnya.



Apa itu Burnout?

Menurut kamus psikologi American Psychological Association (APA), burnout adalah suatu keadaan di mana penderitanya mengalami kelelahan fisik, emosional, atau mental yang sering disertai oleh penurunan motivasi, penurunan kinerja, dan sikap negatif terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Secara sederhana, burnout dapat diartikan sebagai kelelahan kerja yang ekstrem. Kondisi ini tidak hanya terbatas pada lingkungan kantor, tetapi juga dapat terjadi di berbagai aspek kehidupan, termasuk masalah pribadi yang dihadapi seseorang. Namun, dalam artikel ini, fokus akan diberikan pada burnout yang terkait dengan lingkungan kerja.

Penting untuk memahami bahwa burnout di lingkungan kerja berbeda dari stres dan depresi. Burnout biasanya terjadi akibat tekanan kerja yang tinggi, sedangkan depresi adalah gangguan mental yang menyebabkan perasaan sedih yang mendalam dan dapat memengaruhi seluruh kehidupan seseorang. Stres, di sisi lain, adalah respon alami terhadap tekanan dari berbagai aspek kehidupan. Dengan pemahaman ini, kamu dapat mengidentifikasi apakah yang kamu alami adalah burnout, depresi, atau sekadar stres.



Nih, 5 Penyebab Seseorang Mengalami Burnout

Ada berbagai penyebab yang dapat mendorong seseorang mengalami burnout. Penyebabnya bervariasi dan seringkali melibatkan kombinasi faktor-faktor yang berinteraksi. Secara umum, penyebab burnout dapat meliputi:



1. Beban Kerja yang Berlebihan

Penyebab utama dari burnout seringkali adalah beban kerja yang berlebihan. Ini terjadi ketika seseorang harus mengatasi terlalu banyak tugas dan tanggung jawab yang berat, sehingga menguras energi mereka. Karyawan dapat merasa diberikan tuntutan di luar kemampuan dan kapasitas mereka. Terkadang, ini mengakibatkan karyawan bekerja lembur untuk menyelesaikan tugas yang melebihi kapasitas mereka.

Situasi ini dapat terjadi pada perusahaan-perusahaan yang baru berdiri dan memiliki sedikit karyawan dengan alasan penghematan anggaran. Namun, situasi ini juga sering ditemui di perusahaan besar yang memiliki beban kerja yang sangat tinggi dan menghadapi tekanan berlebihan. Semua kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya burnout pada karyawan.



2. Tekanan Kerja yang Tinggi

Setiap karyawan memang memiliki target kerja sebagai ukuran kinerja mereka. Namun, tekanan untuk mencapai target ini, tenggat waktu yang ketat, atau tuntutan kinerja yang berlebihan dapat meningkatkan tingkat stres, yang pada akhirnya dapat memicu terjadinya burnout.

Perusahaan mungkin mengharapkan karyawan untuk mencapai tingkat kinerja yang tinggi, tetapi menetapkan target kerja yang tidak realistis, memberikan beban kerja yang terlalu berat, atau mengharuskan jam kerja yang melebihi standar normal, semuanya dapat menjadi pemicu potensial burnout.



3. Ketidakpastian Status Pekerjaan

Salah satu penyebab burnout selanjutnya adalah ketidakpastian dalam status pekerjaan, seperti adanya ancaman pemutusan hubungan kerja atau ketidakpastian perpanjangan kontrak bagi karyawan kontrak. Hal ini dapat memicu burnout karena karyawan selalu dihantui oleh ancaman kehilangan pekerjaan.

Ancaman kehilangan pekerjaan, terutama bagi mereka yang sudah memiliki tanggungan keluarga, dapat menimbulkan beban mental yang sangat berat. Mereka merasa terbebani oleh tuntutan pekerjaan dan juga oleh kecemasan serta pikiran berlebihan. Selain itu, perubahan dalam struktur organisasi perusahaan juga bisa menciptakan tingkat stres yang berkelanjutan.



4. Kurangnya Dukungan di Tempat Kerja

Kurangnya dukungan dari atasan dan rekan kerja yang tidak memahami kebutuhan mental dan emosional bawahannya dapat meningkatkan risiko burnout. Atasan yang memberikan tekanan tanpa memperhatikan kebutuhan karyawan atau memiliki sikap yang toxic bisa membuat seseorang merasa terisolasi, dikelilingi oleh tekanan dari berbagai pihak.

Situasinya semakin rumit ketika karyawan yang bersangkutan tidak tahu bagaimana cara beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru. Dalam kondisi di mana tuntutan pekerjaan tinggi dan dukungan minim, risiko terjadinya burnout meningkat lebih cepat.



5. Tidak Adanya Work Life Balance

Ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi merupakan penyebab burnout yang sering kali terlupakan. Ini terjadi ketika waktu yang dihabiskan untuk pekerjaan lebih dominan daripada waktu istirahat dan rekreasi, bahkan ada yang sulit untuk menemukan waktu untuk beristirahat sama sekali.

Masalah ini semakin diperparah jika karyawan terjebak dalam rutinitas pekerjaan yang monoton, sehingga semangat kerja dan antusiasme semakin menurun. Ketidakseimbangan ini membuat beban kerja terasa terus-menerus dan berat bagi karyawan.


10 Ciri-Ciri Mengalami Burnout

Stres dalam pekerjaan adalah hal yang umum, tetapi tidak semua orang mengalami burnout. Sebelum kamu memutuskan bahwa kamu mengalami burnout, penting untuk mengenali tanda-tanda berikut:


1. Masalah Pencernaan 

Masalah pencernaan mencakup berbagai gangguan yang dapat memengaruhi saluran pencernaan, yaitu saluran yang membentang dari mulut hingga anus. Beberapa kondisi yang termasuk dalam kategori masalah pencernaan meliputi GERD (gastroesophageal reflux disease), tukak lambung, batu empedu, diare, konstipasi, sembelit, dan wasir.

Tekanan kerja yang berlebihan dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami salah satu dari gangguan pencernaan tersebut. Gejala masalah pencernaan ini juga cenderung memburuk seiring dengan tingkat burnout yang dialami oleh seseorang. Oleh karena itu, jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut, bisa jadi itu merupakan tanda terjadinya burnout.



2. Tekanan Darah Tinggi

Salah satu tanda fisik dari burnout adalah tekanan darah tinggi, yang juga dikenal sebagai hipertensi. Peningkatan stres yang berhubungan dengan pekerjaan dapat menyebabkan tekanan darah meningkat secara mendadak. Biasanya, gejalanya mencakup sakit kepala, sesak napas, kegelisahan, penglihatan kabur, mual, dan muntah.

Kondisi ini dapat semakin memburuk jika menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, yang dapat meningkatkan risiko stroke. Jika kamu mengalami gejala seperti ini atau tekanan darah tinggi yang tidak dapat dijelaskan, ini mungkin merupakan tanda bahwa kamu sedang mengalami burnout.



3. Kekebalan Tubuh yang Melemah

Salah satu dampak burnout adalah melemahnya sistem kekebalan tubuh. Ini bisa mengakibatkan mudah terserang penyakit seperti flu, demam, atau pilek. Selain itu, kamu mungkin juga mengalami gangguan pencernaan, sering terkena infeksi, dan merasa lelah secara terus-menerus.

Tekanan berlebihan di tempat kerja dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh kamu. Jika kamu mengalami gejala ini, sebaiknya kamu mempertimbangkan untuk mengevaluasi kembali pola kerja kamu, karena ini mungkin tanda bahwa kamu sedang mengalami burnout.



4. Sakit Kepala Kronis

Sakit kepala kronis adalah gejala burnout yang sering terjadi. Ini ditandai dengan seringnya mengalami sakit kepala yang berlangsung lama, intensitasnya berat atau sedang, sensitivitas terhadap cahaya, serta mungkin disertai dengan nyeri di salah satu atau kedua sisi kepala. Jika kamu mengalami gejala ini, sebaiknya jangan diabaikan karena ini bisa menjadi tanda burnout.



5. Gangguan Tidur

Gangguan tidur adalah salah satu gejala burnout. Ini seringkali mengakibatkan kesulitan tidur, insomnia, atau kurangnya tidur berkualitas. Meskipun tidak semua orang yang mengalami burnout akan mengalami gangguan tidur, tetapi jika kamu mengalami masalah tidur, ini bisa menjadi salah satu ciri burnout yang perlu diwaspadai.



6. Sulit Berkonsenterasi

Kesulitan berkonsentrasi adalah salah satu gejala burnout. Hal ini bisa terjadi bahkan saat mencoba berkonsentrasi pada tugas-tugas sederhana atau mengambil keputusan. Gejala ini muncul akibat penurunan kemampuan otak yang disebabkan oleh tekanan berlebihan.



7. Mengalami Gejala Depresi

Seseorang yang mengalami burnout biasanya menunjukkan gejala depresi. Hal ini terkait dengan penurunan mood penderitanya, yang mirip dengan gejala yang dialami oleh orang yang mengalami gangguan bipolar atau depresi.



8. Merasa Tidak Berguna

Penderita burnout biasanya merasakan perasaan tidak berguna. Ini adalah perasaan yang bisa menjadi sangat merugikan. Gejalanya meliputi hilangnya minat dan tujuan dalam pekerjaan, perasaan sedih, kehilangan motivasi, pemikiran negatif, dan perasaan tidak berdaya.



9. Kehilangan Minat dan Kesenangan

Kehilangan minat dan kesenangan adalah situasi di mana seseorang merasa kehilangan minat terhadap pekerjaan yang sebelumnya mereka nikmati. Hal ini disebabkan oleh volume pekerjaan yang berlebihan dan tekanan yang terlalu tinggi.



10. Pemikiran untuk Bunuh Diri

Meskipun tidak semua penderita burnout mengalami ini, pemikiran untuk bunuh diri adalah salah satu ciri burnout. Ini mencakup keinginan untuk mengakhiri hidup karena tekanan yang sangat besar dari pekerjaan di kantor.



Bagaimana Cara Mengatasi Burnout ?

Dampak burnout memang tidak bisa disepelekan. Inilah alasan mengapa kamu harus melakukan langkah-langkah proaktif untuk mengatasi burnout. Ikuti 5 langkah di bawah ini:



1. Hindari Pemikiran Negatif

Burnout menyebabkan banyak penderitanya fokus pada aspek negatif dari sumber burnout mereka. Pekerjaan atau peran mereka terlihat tak tertahankan, menyebabkan frustrasi, dan meningkatkan tingkat stres yang pada akhirnya akan memperburuk keadaan burnout mereka.

Tanyakan kepada diri kamu, mengapa kamu memilih pekerjaan atau peran tersebut? Apa yang kamu sukai darinya? Mengapa kamu memutuskan untuk mengambilnya awalnya? Pertanyaan-pertanyaan ini dapat menghasilkan pemikiran positif yang membantu meredakan burnout.



2. Luangkan Waktu untuk Merawat Diri

Sisihkan waktu untuk berolahraga, tidur yang cukup, dan menjaga pola makan yang seimbang. Ini dapat membantu meredakan burnout. Lakukan dengan konsistensi setiap hari. Tidak perlu berjam-jam, bahkan olahraga selama 10 menit bisa membantu.

Ketidakpedulian terhadap diri sendiri adalah salah satu penyebab utama burnout. Para penderita mengakui bahwa mereka seringkali merasa tidak punya waktu untuk merawat diri dalam jadwal harian mereka.



3. Minta Bantuan dari Orang Terdekat 

Biarkan orang-orang terdekat dalam hidupmu tahu bahwa kamu sedang merasa kelelahan dan mencapai titik maksimal. Ini bisa mencakup atasan, teman sekerja, anggota keluarga, sahabat, pasangan, atau siapa pun yang ada di sekitarmu.

Jangan ragu untuk meminta bantuan secara spesifik. Misalnya, minta tolong kepada anggota keluarga untuk menjemput anakmu atau meminta temanmu untuk memesan makan siang. Dengan memberikan petunjuk yang jelas, akan lebih mudah bagi mereka untuk memberikan dukungan yang kamu butuhkan. Ingatlah bahwa mengorbankan diri sendiri tidak akan memberikan manfaat kepada siapa pun dalam jangka panjang.



4. Jaga Kehidupan Sosial

Manfaatkan waktu istirahat untuk berinteraksi dengan pasangan, anak-anak, anggota keluarga, sahabat, teman sekerja, atau siapa pun yang ada di sekitarmu. Cobalah untuk merencanakan kegiatan rekreasi bersama mereka, terutama saat kamu memiliki waktu luang seperti liburan panjang atau cuti.

Jangan mengabaikan waktu istirahat dan kesempatan untuk bersosialisasi. Ini sangat penting bagi kesehatan mentalmu. Berbicaralah kepada pasangan atau seseorang yang dapat membantu meredakan tekanan mental yang disebabkan oleh pekerjaan.


5. Meminta Bantuan Profesional

Jika perlu, jangan ragu untuk mencari bantuan dari seorang profesional kesehatan mental jika kamu merasa mengalami burnout. Salah satu opsi yang bisa kamu pertimbangkan adalah Grome, yang memiliki program khusus stress dan burnout untuk membantu mengurangi tekanan mental yang disebabkan oleh pekerjaan.



Grome memiliki banyak profesional berpengalaman di bidangnya. Dengan bantuan mereka, kamu bisa mengambil langkah-langkah untuk menjaga kesehatan mental dan memulihkan diri dari burnout dengan cepat dan efektif, sehingga kamu dapat bekerja dengan lebih nyaman dan meningkatkan karirmu. Jangan ragu untuk menghubungi nomor kontak kami untuk bertanya lebih lanjut!