Gak Bisa Tidur? Cek Apakah Kamu Punya Insomnia di Sini!
Gak Bisa Tidur? Cek Apakah Kamu Punya Insomnia di Sini!

Gak Bisa Tidur? Cek Apakah Kamu Punya Insomnia di Sini!

Insomnia atau yang lebih dikenal dengan istilah susah tidur adalah istilah yang mungkin sudah tidak asing di telingamu. Insomnia ringan atau insomnia jangka pendek diperkirakan memengaruhi 30-50% orang dewasa. Sementara insomnia kronis atau insomnia jangka panjang diperkirakan dialami oleh 10% populasi orang dewasa.

Kalau kamu pernah bertanya-tanya kenapa susah tidur malam padahal ngantuk, kemungkinan kamu mengalami insomnia. Lalu, apa itu insomnia? Apa saja penyebab dan gejala insomnia? Hal apa yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi insomnia? Simak selengkapnya dalam artikel ini!



Apa itu Insomnia?


Apa artinya insomnia? Secara sederhana, insomnia adalah ketidakmampuan seseorang untuk tertidur atau tetap tertidur. Ini ditandai dengan kesulitan untuk tidur di malam hari atau sering terbangun saat sedang tidur di malam hari. Kedua masalah ini menyebabkan orang yang mengalaminya jadi kesulitan untuk beraktivitas di siang hari (karena merasa letih, lesu dan mengantuk).

Ada dua jenis insomnia yang dikenal dalam dunia medis yakni insomnia akut dan insomnia kronis. Penjelasan lengkap mengenai kedua jenis insomnia ini akan kita bahas di sub bab berikutnya.

Jika dilihat dari penyebabnya, insomnia juga dibagi ke dalam 2 jenis yakni insomnia primer dan insomnia sekunder. Secara umum, insomnia dianggap primer jika tidak disebabkan oleh penyakit tertentu. Insomnia sekunder terjadi karena adanya efek samping dari pengobatan, kondisi medis tertentu atau penggunaan zat seperti kafein yang mengganggu tidur kamu.



Penyebab Insomnia


Seperti yang disebutkan sebelumnya, insomnia bisa dibagi menjadi 2 yakni insomnia akut dan insomnia kronis. Apa yang menyebabkan insomnia? Untuk memahami penyebab insomnia akut dan kronis, simak penjelasan berikut ini!


1. Insomnia Ringan (Akut) 

Apa itu insomnia akut? Disebut juga sebagai insomnia ringan atau insomnia jangka pendek, insomnia akut biasanya hanya berlangsung selama beberapa hari, minggu atau bulan. Beberapa penyebab insomnia akut antara lain adalah:


  • Stres sementara. Stres yang sifatnya situasional seperti masalah di tempat kerja, konflik interpersonal atau peristiwa hidup yang membuat mental tertekan (misalnya baru saja kehilangan anggota keluarga) bisa menyebabkan insomnia sementara.
  • Perubahan zona waktu (jet lag). Perjalanan lintas zona waktu yang mengakibatkan jadwal tidur berubah secara signifikan juga dapat mengganggu ritme sirkadian yang pada akhirnya membuat kamu susah tidur atau kerap terbangun di tengah-tengah waktu tidur.
  • Konsumsi kafein atau alkohol. Konsumsi minuman berkafein seperti kopi atau teh bisa memblokir zat adenosin yang memicu tidur. Alkohol jika dikonsumsi bahkan dalam jumlah yang sedang dapat mengganggu pola tidur dan memperburuk insomnia.
  • Gangguan tidur sekunder. Beberapa masalah tidur seperti sindrom kaki gelisah atau sleep apnea dapat menyebabkan gangguan tidur, termasuk insomnia.


2. Insomnia Kronis

Insomnia kronis atau insomnia jangka panjang adalah insomnia yang terjadi setidaknya 3 hari dalam seminggu dan berlangsung selama 3 bulan atau lebih. Beberapa pemicu insomnia kronis antara lain adalah:


  • Kecemasan dan stres kronis. Mereka yang memiliki masalah kesehatan mental termasuk gangguan kecemasan atau stres kronis karena masalah berat yang dialami (misalnya stres terkait pekerjaan, keuangan maupun hubungan) dapat mengakibatkan insomnia kronis. Begitu juga dengan depresi, atau gangguan bipolar.
  • Gangguan tidur primer. Dalam beberapa kasus, insomnia dapat disebabkan oleh masalah tidur tanpa penyebab lain yang berlangsung selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
  • Kebiasaan tidur yang buruk. Kebiasaan dan pola tidur yang buruk seperti sering begadang, tidur siang berlebih, tidur di tempat yang tidak nyaman bisa menyebabkan seseorang mengalami insomnia kronis.
  • Konsumsi obat-obatan. Beberapa jenis obat-obatan termasuk obat bebas, obat resep hingga alkohol dapat menyebabkan insomnia kronis.
  • Perubahan hormonal. Beberapa jenis hormon termasuk progesterone, estrogen dan testosterone bisa menyebabkan insomnia, terutama pada wanita yang sedang hamil, menopause atau berada di fase pramenstruasi. Biasanya, insomnia akan hilang setelah hormon stabil.
  • Gangguan kesehatan fisik. Insomnia kronis juga dapat disebabkan oleh berbagai masalah medis seperti gangguan neurologis, nyeri kronis dan gangguan tiroid.



Gejala Insomnia Itu Apa Saja Sih?

Kamu mungkin mengalami insomnia jika kamu mengalami gejala-gejala berikut ini selama beberapa waktu:


  • Merasa kesulitan untuk tidur
  • Sering terbangun di malam hari
  • Terjaga sepanjang malam, tidak bisa tidur meskipun merasa mengantuk
  • Terbangun dini hari dan tidak bisa tidur lagi
  • Masih merasa lelah walaupun baru bangun tidur
  • Merasa sulit untuk tidur siang walaupun dalam keadaan lelah
  • Merasa lemah, lelah dan mudah tersinggung saat siang hari 
  • Sulit berkonsentrasi di siang hari karena lelah.


Sulit tertidur atau berulang kali terbangun bisa menjadi tanda insomnia atau masalah kesehatan lain. Lalu, kapan sebaiknya kamu ke tenaga profesional?


  • Jika kamu mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas lebih dari seminggu
  • Jika masalah tidur yang kamu alami mengganggu kemampuanmu untuk beraktivitas di siang hari
  • Kamu sering terbangun di malam hari dalam keadaan terengah-engah.


Untuk memastikan insomnia apa yang kamu alami, kamu perlu memeriksakan diri ke tenaga kesehatan. Dengan memeriksakan diri, kamu bisa mencari tahu apa penyebab insomnia yang kamu alami dan mendapatkan penanganan yang sesuai.



Tokcer! Gini Cara Mengatasi Insomnia!

Insomnia di tahap awal sebenarnya dapat diatasi dengan memperbaiki kebiasaan tidur. Beberapa hal yang perlu kamu lakukan untuk meringankan gejala insomnia antara lain adalah:

  • Tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari
  • Bersantai setidaknya 1 jam sebelum waktu tidur. Kamu bisa membaca buku atau mandi air hangat
  • Pastikan kamar tidurmu dalam keadaan gelap dan tenang. Cahaya dan suara berlebih bisa menyebabkan kamu semakin sulit tidur. Gunakan masker tidur dan ear plugs untuk menghindari stimulasi berlebih dari cahaya dan suara di sekelilingmu
  • Lakukan olahraga secara rutin setiap hari di siang hari
  • Pastikan kasur, bantal dan sprei yang kamu gunakan nyaman dan bersih.


Selain itu, hindari berbagai hal sebagai berikut:


  • Mengonsumsi alkohol, teh atau kopi setidaknya 6 jam sebelum waktu tidur
  • Makan besar di tengah malam mendekati jam tidur
  • Berolahraga 4 jam sebelum waktu tidur
  • Menggunakan perangkat seperti ponsel atau laptop sebelum tidur. Cahaya biru yang dipancarkan oleh perangkat ini bisa menekan produksi hormon melatonin dan menyebabkan kamu sulit tertidur
  • Tidur siang terlalu lama.



Jika berbagai cara mengatasi insomnia di atas tidak bisa membantu memperbaiki kondisimu, langkah berikutnya yang perlu kamu lakukan adalah memeriksakan diri. Jika kamu mencurigai kondisi mentalmu sebagai pemicu insomnia yang kamu alami, jangan ragu untuk menghubungi Grome untuk melakukan konsultasi gangguan kecemasan maupun konsultasi lainnya.

Stres, gejala depresi dan beragam masalah pribadi yang menyebabkan kamu susah tidur bisa kamu ceritakan kepada psikolog kami. Kami akan berusaha membantu memecahkan masalah yang kamu alami agar bisa tidur nyenyak kembali. Tidak perlu khawatir karena bersama Grome, rahasiamu dijamin aman!