Mau Masuk Perusahaan? Pahami Dulu Jenis Budaya Kerjanya!
Mau Masuk Perusahaan? Pahami Dulu Jenis Budaya Kerjanya!

Mau Masuk Perusahaan? Pahami Dulu Jenis Budaya Kerjanya!

Semua perusahaan di dunia pasti punya budaya kerja yang berbeda dan unik. Budaya kerja perusahaan diciptakan dengan tujuan untuk membuat karyawan lebih produktif sekaligus mendapatkan hasil sesuai dengan visi perusahaan. Ini lebih dari sekadar desain interior kantor atau cara berpakaian saja, melainkan hubungan antar karyawan dan gaya kepemimpinan di sebuah perusahaan.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan budaya kerja? Apa saja jenis-jenis budaya kerja yang diterapkan di berbagai perusahaan? Mengapa contoh budaya kerja yang positif perlu diterapkan? Mari kita bahas dalam artikel ini!


Apa itu Budaya Kerja?


Budaya kerja adalah sebuah konsep yang mengatur mengenai kepercayaan, perilaku serta proses berpikir karyawan. Ini dilandaskan pada visi, ideologi atau prinsip di dalam perusahaan tempat mereka bekerja.

Konsep inilah yang juga digunakan untuk mengatur tentang bagaimana cara karyawan berinteraksi serta bagaimana cara perusahaan tetap beroperasi. Budaya kerja juga tercipta sebagai dampak dari pemecahan masalah dalam perusahaan. Dalam bahasa Inggris, budaya kerja dikenal sebagai working culture.

Secara fundamental, budaya kerja sangat terkait dengan kesejahteraan mental karyawan dan berdampak pada kinerja mereka. Ini juga menentukan kesuksesan perusahaan. Oleh karena itu, menciptakan budaya kerja positif penting bagi pemilik usaha dan karyawan. Hal ini mencerminkan nilai-nilai perusahaan dan dapat menghasilkan dampak positif yang signifikan.



Apa Saja Jenis Budaya Kerja di Perusahaan?


Budaya tempat kerja hadir dalam beragam bentuk dan ukuran yang dinamis. Peneliti Robert Quinn dan John Rohrbaugh pada tahun 1983 memperkenalkan "The Competing Values Framework" untuk menggambarkan perbedaan struktural dalam budaya organisasi. Menurut kerangka ini, perusahaan cenderung memiliki karakteristik dari budaya Clan, Adhocracy, Hierarchy, atau Market.



1. Clan Culture

Clan culture atau budaya klan adalah jenis budaya kerja yang ditandai oleh hubungan dekat dan horizontal antara karyawan. Berbeda dengan budaya hierarki, budaya klan menekankan kerja tim, kesetaraan, bimbingan, komunikasi internal, serta pelatihan tatap muka. Tingginya keterlibatan karyawan sering terjadi dalam lingkungan yang mendidik dan komunikatif ini. 

Namun, mempertahankan model ini dapat menjadi sulit seiring dengan pertumbuhan bisnis dan kompleksitas koneksi.



2. Adhocracy Culture

Jenis budaya kerja yang kedua adalah adhocracy culture atau adhokrasi. Budaya adhokrasi sering ditemukan di perusahaan rintisan dan teknologi seperti Google dan Apple. Budaya ini, gabungan dari "Ad hoc" dan birokrasi, cenderung tidak terikat pada aturan atau proses yang rumit. Fleksibilitas, ketangkasan, dan inovasi menjadi ciri khasnya. 

Adhokrasi cocok bagi perusahaan teknologi yang perlu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan dan menghasilkan ide-ide baru. Namun, pertumbuhan cepat perusahaan dapat menghadirkan tantangan dalam mematuhi aturan hukum dan bisnis. Solusinya, mungkin bagi perusahaan yang berkembang, adalah menerapkan budaya adhokrasi secara terbatas di departemen tertentu.



3. Market Culture

Dalam market culture, fokusnya adalah pada hasil dan persaingan di pasar luar, bukan pada proses internal. Meskipun memiliki kelebihan, seperti dalam industri yang cepat berubah, terdapat juga kelemahan. Karyawan sering merasa tertekan untuk terus berinovasi, yang dapat menyebabkan tingkat kelelahan yang tinggi dan terbentuknya lingkungan kerja toxic.



4. Hierachical Culture

Hierarchical culture atau budaya hierarki ditandai dengan struktur dan hierarki yang jelas dalam tingkat otoritas, sering ditemukan di perusahaan besar. Dalam model ini, peran, tanggung jawab, dan tujuan didefinisikan dengan jelas, menawarkan efisiensi dan stabilitas. Namun, hal ini bisa menghambat fleksibilitas dan kreativitas. Pengadopsian model ini tergantung pada kebutuhan bisnis dan industri.



Apa Saja Manfaat dari Menerapkan Budaya Kerja yang Baik?


Budaya kerja perusahaan berkembang dari keyakinan dan sikap bersama dan ini adalah sesuatu yang penting dalam bisnis. Budaya harus mencakup kualitas yang diakui di seluruh tingkat perusahaan, didefinisikan dengan ketat, bukan diambil begitu saja. Dengan cara yang benar dan positif, budaya kerja bisa memberikan sejumlah manfaat antara lain:



1. Mempermudah Proses Rekrutmen

Beberapa perusahaan mengutamakan kesesuaian budaya daripada pengalaman saat merekrut karyawan baru. Dengan fokus pada nilai-nilai tim dan lingkungan kerja yang nyaman, karyawan cenderung lebih termotivasi. Kesesuaian budaya menjadi faktor penentu dalam kompetisi antara kandidat. Kuesioner kepribadian untuk rekrutmen dan seleksi dapat membantu menilai kesesuaian budaya kandidat.



2. Proses Orientasi yang Lebih Mudah

Ketika kamu memahami dengan baik apa yang diperjuangkan dan apa yang dituju oleh perusahaanmu, akan lebih mudah bagimu menyampaikan hal ini kepada karyawan baru saat orientasi berlangsung.

Budaya perusahanmu akan tersirat dalam segala hal yang kamu lakukan dan menular ke siapa pun yang bergabung dengan tim-mu. Mendengarkan pandangan mereka tentang budaya perusahaan juga memberikan wawasan berharga dan merupakan latihan orientasi yang berarti bagi semua pihak.



3. Meningkatkan Produktivitas Karyawan

Budaya kerja yang positif menciptakan lingkungan di mana karyawan memiliki work life balance, merasa dihargai, didukung, dan termotivasi. Ini meningkatkan rasa keterlibatan dan loyalitas, mengurangi tingkat absensi dan turnover. Karyawan yang bahagia cenderung lebih produktif, kreatif, dan berkolaborasi dengan baik. 

Dengan saling mendukung dan berbagi nilai-nilai positif, budaya kerja yang baik memberikan dorongan tambahan bagi karyawan untuk memberikan yang terbaik dalam pekerjaan mereka, menghasilkan hasil yang lebih baik untuk perusahaan.



4. Meningkatkan Tingkat Retensi Karyawan

Budaya kerja yang positif menciptakan lingkungan yang mendukung, kolaboratif, dan memotivasi karyawan. Ini meningkatkan kepuasan dan kesejahteraan karyawan, membuat mereka lebih cenderung bertahan dalam perusahaan. 

Komunikasi terbuka, pengakuan atas prestasi, kesempatan pengembangan, dan keseimbangan kerja-hidup yang sehat adalah elemen-elemen kunci dari budaya yang mempengaruhi tingkat retensi karyawan. Dengan demikian, investasi dalam menciptakan budaya kerja yang positif dapat mengurangi turnover dan mempertahankan talenta yang berharga.



5. Meningkatkan Keterampilan Karyawan

Budaya kerja yang positif dapat meningkatkan perkembangan keterampilan karyawan dengan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan eksperimen. Melalui dukungan tim dan keterbukaan untuk gagal, karyawan merasa lebih nyaman untuk mengembangkan keterampilan baru tanpa takut akan hukuman atau kritik berlebihan. 

Dengan begitu, budaya yang positif mendorong eksperimen dan pembelajaran yang berkelanjutan, memungkinkan karyawan untuk terus berkembang dalam karier mereka.



Apa Saja Ciri Perusahaan dengan Budaya Kerja yang Positif?


Perusahaan dengan lingkungan kerja yang positif memiliki beberapa ciri. Apa saja tanda-tanda yang menunjukkan bahwa sebuah perusahaan itu memiliki budaya kerja positif? Simak uraiannya berikut ini!



1. Memiliki Tingkat Turnover yang Rendah

Perusahaan dengan budaya kerja positif cenderung memiliki tingkat turnover yang rendah karena karyawan merasa dihargai, didukung, dan terlibat secara emosional. Mereka merasa puas dengan lingkungan kerja yang mendukung perkembangan pribadi dan profesional mereka, sehingga lebih cenderung untuk bertahan dalam perusahaan daripada mencari kesempatan lain. Ini mengurangi biaya dan gangguan yang terkait dengan perekrutan dan pelatihan ulang karyawan baru.



2. Ada Komunikasi Terbuka Antara Karyawan dan Perusahaan

Politik kantor sering kali merusak suasana dan budaya kerja. Namun, jika karyawan mampu membangun komunikasi jujur, menerima umpan balik, dan bekerja sama untuk menyelesaikan masalah, itu menandakan adanya budaya kerja yang positif. Dalam lingkungan seperti itu, karyawan merasa didukung dan dihargai, meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas di organisasi tersebut.



3. Ada Kerja Sama yang Baik dalam Perusahaan

Adanya individu yang menggunakan taktik tidak etis untuk meraih kesuksesan adalah hal yang mungkin saja terjadi di perusahaan mana pun. Namun, budaya kerja yang positif dapat mengurangi perilaku tersebut dan mendorong kolaborasi tim. 

Kompetisi sehat tetap bisa dilakukan tanpa mempergunakan tindakan negatif atau dendam terhadap rekan kerja. Penting untuk mempromosikan kerja sama yang positif dan menghindari praktek yang merugikan, menjaga lingkungan kerja yang kondusif untuk pertumbuhan dan kesuksesan bersama.



4. Karyawan Merasas Diapresiasi

Di dalam perusahaan, setiap individu pasti berupaya sekuat tenaga untuk mencapai target. Memberikan penghargaan seperti bonus, promosi, sertifikat, atau hadiah lain kepada karyawan yang berjasa bagi perusahaan merupakan langkah yang tepat. 

Ini tidak hanya meningkatkan motivasi mereka, tetapi juga membuat mereka merasa dihargai atas kontribusi mereka. Dengan demikian, iklim kerja yang positif dan produktif dapat dipelihara, mendorong pertumbuhan dan kesuksesan bersama.




5. Suasana Kerja Terasa Seru

Lingkungan kerja yang seru dan tidak kaku adalah salah satu ciri perusahaan dengan budaya kerja yang positif. Tak ada salahnya jika sesekali kita menikmati candaan dan tertawa bersama di tempat kerja. Hal ini dapat membantu karyawan merasa lebih relaks dan mengurangi stres, berbeda dengan mereka yang hanya fokus pada pekerjaan tanpa henti sepanjang hari.



Menciptakan budaya kerja yang positif juga perlu dilakukan dengan dukungan fasilitas kerja yang mumpuni. Salah satunya lewat penyelenggaraan Employee Assistance Program atau EAP. Employee Assistance Program dapat mendukung terbentuknya budaya kerja yang positif dengan menyediakan sumber daya dan dukungan untuk kesejahteraan mental dan emosional karyawan. 

Dengan akses ke layanan konseling online dan dukungan lainnya, karyawan merasa didukung dalam mengatasi tantangan pribadi mereka, meningkatkan kesejahteraan, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif, bebas dari rekan kerja toxic dan penuh dengan kepedulian.

Grome sebagai penyedia jasa konseling online siap membantu seluruh perusahaan yang ada di Indonesia untuk menyelenggarakan Employee Assistance Program. Dengan tenaga psikolog yang berpengalaman di bidangnya, kami siap membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat demi bisnis yang berkelanjutan. Hubungi Grome sekarang juga untuk menjalankan program EAP di perusahaanmu!