Gromers, apa yang ada di pikiranmu kalau kamu mendengar kata “bahagia”?
Apakah itu yang kamu rasakan ketika menjalani pekerjaanmu sekarang?
Apakah itu yang kamu rasakan ketika sedang duduk diam dan tersenyum melihat tawa canda keluargamu?
Apakah itu yang kamu rasakan ketika kamu mengingat kembali masa mudamu yang penuh rintangan tapi pada akhirnya sekarang kamu ada disini, membaca artikel ini?
Ternyata, kebahagiaan setiap orang berbeda-beda ya, Gromers. Relativitas dari kebahagiaan membuat emosi ini bukan hanya sekedar perasaan yang timbul dalam hati ketika ada pengalaman menyenangkan terjadi dalam kehidupan kita, tetapi kebahagiaan adalah emosi mendalam yang muncul dari pemaknaan kita terhadap hidup secara keseluruhan. Menurut Atherton, kebahagiaan berarti menemukan arti dan pelajaran hidup dari pencapaian, kegagalan, dan dari hubungan dengan orang lain. Lebih dalam lagi, kebahagiaan dinilai sebagai sesuatu yang tidak disebabkan oleh faktor eksternal, melainkan muncul dari dalam diri kita. Kalau begini, sebenarnya rasa bahagia itu emosi atau pola pikir? Apa yang menjadi pembeda dari “bahagia” dan “senang”? Apakah kita bisa selalu bahagia walaupun keadaan di sekitar kita tidak mendukung? Yuk kita bahas dalam artikel ini!
Apa itu bahagia?
Ada beberapa definisi dari kata “Bahagia”, diantaranya adalah
- Suatu emosi yang muncul dari adanya kesejahteraan psikologis, kesuksesan, keberuntungan/keberhasilan, atau dari bayangan akan tercapainya suatu keinginan
- Suatu ekspresi atau keadaan psikologis terhadap rasa senang dan/atau gembira
- Sumber dan/atau alasan akan adanya perasaan senang
Melalui tiga definisi ini, kita bisa memahami juga bahwa kebahagiaan dan rasa senang adalah dua emosi yang berbeda. Apa yang menjadi pembeda keduanya? Sederhananya, rasa senang adalah emosi yang muncul terhadap sebuah pengalaman/kejadian tertentu yang spesifik sehingga menimbulkan kegembiraan, misal mendapat pujian dari atasan karena berhasil mencapai target, mencoba makanan viral yang ternyata cocok dengan seleramu, atau pergi ke tempat yang sudah kamu impikan.
Di sisi lain, kebahagiaan lebih digambarkan sebagai kondisi psikologis yang positif dalam jangka waktu yang lebih panjang dan disertai dengan rasa puas dan cukup akan kehidupan secara keseluruhan. Misal, melalui pekerjaanmu yang melelahkan, kamu merasa puas dan bangga ketika melihat senyum dari orang yang kamu bantu. Kamu merasa bersyukur dengan hidupmu karena dikelilingi oleh teman dan rekan yang suportif. Kamu merasa cukup dengan keseharianmu yang mungkin sederhana namun dapat membuat kamu bisa menikmati hal-hal kecil dalam hidup. Kebahagiaan dimaknai jauh lebih besar dibanding dengan pencapaian-pencapaian yang ada di dalamnya.