Bukan Cuma Senang & Sedih, Yuk Kenali Emosi Dalam Dirimu!
bukan-cuma-senang--sedih-yuk-kenali-emosi-dalam-dirimu

Bukan Cuma Senang & Sedih, Yuk Kenali Emosi Dalam Dirimu!

“Duh emosi banget gue!”
“Bisa gak, gak bikin gue emosi?”
“Susah banget deh buat nahan emosi kalo berurusan sama dia!”

Kalau Gromers baca kalimat di atas, kata “emosi” tersebut nunjukin apa sih?
Marah? Kesal? Frustrasi? Kita sering ya pakai kata emosi, tetapi apakah emosi itu berarti marah? Selama ini, apakah kita benar-benar sudah memahami emosi apa yang kita rasakan? Sebenarnya, apakah emosi itu? Seberapa penting kita bisa mengetahui dan memahami emosi? Coba baca artikel ini sampai habis untuk tahu jawabannya!


Apa itu emosi?

Emosi adalah sebuah keadaan psikologis individu yang biasanya muncul terhadap objek tertentu yang melibatkan tiga komponen, yaitu: pengalaman subjektif, respon fisiologis, dan respon dalam bentuk perilaku dan/atau ekspresi. 


Pengalaman subjektif disebut juga sebagai stimulus. Setiap manusia pasti merasakan emosi, apapun latar belakang pola asuh maupun budayanya. Hanya saja, emosi yang dihasilkan terhadap sebuah pengalaman dapat berbeda-beda. Nah, di sinilah yang dimaksud sebagai subjektif. Pengalaman yang sama pada setiap orang bisa saja menimbulkan emosi yang berbeda-beda. Misal, naik wahana ekstrem dapat menjadi pengalaman yang memunculkan perasaan senang pada satu orang, dan pada saat yang bersamaan dapat memunculkan perasaan takut pada orang lainnya. 


Ketika kita merasakan takut atau cemas, kita dapat merasakan jantung berdebar lebih kencang atau badan gemetar. Begitupun kalau kita merasa senang ataupun sedih. Respon yang dikeluarkan oleh tubuh inilah yang disebut sebagai respon fisiologis. Respon fisiologis timbul sebagai hasil dari reaksi autonomic nervous system yang bertugas untuk mengontrol respon langsung dari tubuh dan yang meregulasi respon flight of fight


Emosi yang kita rasakan akan tergambar secara nyata melalui respon dalam bentuk perilaku atau ekspresi. Misal, ketika senang, kita tersenyum dan tertawa. Ketika kita sedih, kita menangis. Ketika kita takut, kita teriak dengan mata terbelalak. Ekspresi yang dikeluarkan oleh setiap orang sebagai responnya terhadap suatu situasi bisa saja berbeda tergantung budaya dia dibesarkan, namun secara umum, tidak ada perbedaan yang signifikan ketika individu mengekspresikan emosinya. 




5 jenis emosi dasar manusia

Untuk menjawab pertanyaan di awal artikel, apakah emosi hanyalah marah? Tentu tidak ya, Gromers! Ada lebih dari 50 jenis emosi yang manusia bisa rasakan. Mari kita kenali terlebih dahulu, 5 jenis emosi dasar manusia menurut Paul Ekman (Iya, yang ada di film Inside Out!)

  1. Joy (Senang)

Rasa senang adalah satu-satunya jenis emosi positif yang ada pada 5 emosi dasar manusia. Rasa senang memberikan kepada kita tanda bahwa kehidupan berjalan sesuai dengan yang kita harapkan dan kita menyukainya. Melalui rasa senang, kita diingatkan untuk menyadari dan mengapresiasi orang, pengalaman, dan hal positif lainnya yang dihadirkan dalam hidup kita. Rasa senang biasanya kita tunjukkan dengan tersenyum, tertawa, bahkan sampai mengeluarkan air mata

  1. Sadness (Sedih)

Rasa sedih membantu kita menyadari adanya rasa kehilangan dan kedukaan. Rasa sedih juga membuat kita bisa membangun koneksi yang kuat dengan orang lain dan mendapatkan bantuan, dengan catatan kita mau menunjukkan rasa sedih itu. Melalui rasa sedih juga kita disadarkan bahwa tidak apa-apa untuk tidak mendapatkan semua yang kita mau, melainkan membuat kita bisa menjadi berefleksi dan lebih aware lagi terhadap apa yang sedang kita perjuangkan. Kita biasanya menunjukkan kesedihan dengan merasa sesak dan menangis 

  1. Anger (Marah)

Kemarahan memberikan sinyal bahwa ada hal yang kita tidak suka sudah memasuki ranah pribadi. Rasa marah dapat melindungi kita dari bahaya dan apabila kita dapat mengelolanya dengan baik, maka rasa marah dapat membantu kita membentuk batasan demi keamanan pribadi. Setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda dalam menunjukkan kemarahan. Ada yang cemberut, diam, berteriak, sampai memukul atau melempar. 

  1. Disgust (Jijik)

Jijik adalah sebuah emosi yang muncul sebagai bentuk ketidaksukaan kita terhadap sesuatu. Kita bisa merasa jijik pada sesuatu yang bisa kita rasakan melalui panca indera, yaitu hal yang kita lihat, cium, sentuh, dengar, atau rasa, melalui perlakuan atau penampilan orang lain, dan bahkan pemikiran. Rasa takut adalah salah satu dari emosi yang juga bisa melindungi diri kita dari hal yang tidak kita suka atau yang membahayakan diri kita. Rasa jijik sering kita tunjukkan melalui ekspresi, suara seperti “huek” atau “ihh”, rasa mual, dan muntah 

  1. Fear (Takut)

Rasa takut adalah emosi yang melindungi kita dari bahaya, baik secara fisik maupun psikologis. Rasa takut dapat muncul terhadap sesuatu hal yang nyata dan juga yang hanya ada dalam bayangan kita, maka dari itu, kita perlu memeriksa kembali apakah rasa takut yang kita alami memiliki alasan yang berdasar. Rasa takut yang muncul sebagai respon terhadap bahaya membuat fokus kita terpusat pada bahaya tersebut untuk kita dapat menentukan perilaku yang tepat tanpa harus berpikir terlalu panjang. Biasanya, kita menunjukkan rasa takut dengan respon fight (menghadapi stimulus), flight (menjauhi stimulus), atau freeze (diam). 


Pentingnya memahami emosi

Bayangkan kamu sedang mengendarai mobil untuk pergi berlibur. Di tengah perjalanan, mobil yang kamu kendarai mengalami mogok. Kamu pun menghubungi bengkel untuk meminta bantuan. Si tukang bengkel bertanya “Mesin apa yang rusak?” Kamu tidak tahu harus menjawab apa dan si tukang bengkel tidak dapat membantu. Akhirnya, kamu memutuskan untuk memperbaiki sebisa kamu dan melanjutkan perjalanan. Beberapa meter dilewati, kamu mogok lagi, bahkan sekarang keluar asap dari kap mobilmu dan kamu sama sekali tidak bisa jalan lagi. 


Begitulah kira-kira yang akan terjadi ketika kamu tidak mengenali, memahami, dan tidak bisa menamai emosi yang kamu rasakan. Dalam jangka waktu yang pendek, mungkin pengalaman negatif tidak memberikan pengaruh yang besar. Kamu dapat memperbaikinya sendiri dan keseharian tetap bisa dijalani seperti biasa. Namun, lama kelamaan, semakin banyak pengalaman negatif kamu temui dalam perjalanan hidupmu, maka semakin banyak juga emosi negatif yang kamu rasakan. Apabila tidak ditangani dengan tepat, maka hal itu akan mempengaruhi kehidupanmu, bahkan sampai menjadi tidak berfungsi. Penting bagi kita untuk bisa mengakui, mengenali, memahami, dan memberi nama atas emosi kita agar penanganan yang diberikan juga tepat dan kita bisa menjalani keseharian dengan maksimal


Banyaknya jenis emosi seringkali membuat kita bingung untuk menyadarinya, terlebih jika kita juga tidak terbiasa untuk boleh menunjukkan dan membicarakan emosi yang kita rasakan. Memahami dan mengelola emosi bukanlah hal yang mudah, tetapi sangat penting untuk kesejahteraan kita. Dengan mengenali berbagai jenis emosi serta bagaimana cara menghadapinya, kita bisa merespons situasi dengan lebih bijak dan sehat. Oleh karena itu, yuk kita pelan-pelan belajar untuk bisa menamai emosi dengan tepat. Jika kamu merasa kesulitan dalam memahami dan mengelola emosi, jangan ragu untuk berkonsultasi di grome.id. Kami siap membantu kamu menemukan cara terbaik untuk menghadapi dan menavigasi emosi dalam kehidupan sehari-hari!



Ditulis oleh

Maria Grace, S.Psi