Mudah cemas, ternyata selama ini penyebabnya kopi?!
mudah-cemas-ternyata-selama-ini-penyebabnya-kopi

Mudah cemas, ternyata selama ini penyebabnya kopi?!

Gen-Z pasti setuju kalo saat ini ngopi udah jadi “mandatory lifestyle”. Mulai dari nugas, meeting, sampai nongkrong sama teman-teman, kopi nggak akan absen. Budaya ngopi ini jadi pilihan andalan gen Z kalau udah mulai ngantuk, buntu ide, stress, dan butuh yang menyegarkan kepala. Ngopi memang terbukti manjur untuk bikin kamu jadi kuat begadang buat nugas dan kerja semalaman, tapi kebiasaan itu ternyata memicu anxiety, loh! 

Kok bisa ya? Yuk coba kita bahas bersama!

Ngopi berlebihan = resiko cemas meningkat
Sebuah penelitian oleh Dewanti & Tadjudin (2021) menunjukkan bahwa individu yang mengkonsumsi kopi lebih dari 250 mg/hari atau lebih dari 3 cangkir kopi memiliki resiko hampir 3x lipat mengalami kecemasan dibanding individu yang mengkonsumsi kopi dalam batas normal, yaitu maksimal 250 mg/hari. 

Hal ini disebabkan karena secara ilmiah, kafein memblok reseptor adenosin di otak yang berfungsi untuk mengatur rasa kantuk dan rileks (Purwanti & Masriadi, 2025) Ketika si reseptor ini diblokir, tubuh jadi lebih waspada dan bikin hormon stress, seperti kortisol jadi meningkat. Akibatnya jadi ada ketidakseimbangan neurokimia yang berujung pada gangguan psikologis. Selain itu, efek segar setelah minum kopi bisa menyebabkan penurunan kualitas tidur dan bikin individu bangun dengan kondisi mental yang lelah yang akhirnya berdampak pada produktivitas dan kestabilan emosi (Strilcius et al., 2024 dikutip dari Purwanti & Masriadi, 2025 ). Penelitian lainnya oleh Liu et al. (2024) yang melibatkan 546 partisipan menunjukkan hasil bahwa konsumsi kopi secara signifikan dapat meningkatkan resiko kecemasan pada orang sehat sekalipun.


Ngopi nggak selalu jadi solusi!
Kalau kamu lagi sering merasa gelisah, gampang lelah, dan tidak produktif, kamu harus lebih waspada ya, Gromers! Jangan-jangan, kamu bukan sekedar butuh ngopi, tapi kamu lagi nambal masalah kecemasan yang butuh penanganan lebih serius. 

Apa yang harus kamu mulai lakukan? Tentu ada berbagai cara yang bisa mulai kamu terapkan secara perlahan, sesuai dengan pace yang nyaman bagi kamu. Yuk, simak caranya berikut ini:

  • Batasi porsi harian : Yes, ini mungkin yang paling susah untuk dilakukan. Apalagi buat kamu yang butuh kopi supaya semangat beraktivitas. Tapi, yuk mulai coba untuk kurangi perlahan konsumsi kopi berlebihan. Jika biasanya kamu ngopi 4 kali sehari, usahakan untuk konsumsi 2-3x sehari terlebih dahulu. Misal, 1 kali di pagi hari sebelum mulai bekerja, 1 kali setelah jam makan siang, dan 1 kali sambil snack sore. 

  • Mulai cari bantuan profesional : Kalau kamu merasa sulit beraktivitas normal atau kehilangan semangat tanpa asupan kafein yang tinggi, bisa jadi itu bukan sekadar rasa ngantuk biasa. Sering kali, ketergantungan ini muncul karena ada masalah kecemasan yang lebih dalam yang secara tidak sadar sedang kamu "tutupi" menggunakan kopi sebagai coping mechanism ((Purwanti & Masriadi, 2025). Jika rasa gelisah tetap muncul dan mulai menghambat produktivitas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog agar kamu bisa menangani akar masalah psikologisnya secara tuntas (Dewanti & Tadjudin, 2021). 

  • Bangun kebiasaan merawat diri sendiri : Alokasikan uang ngopi kamu untuk self-reward yang lebih sehat. Tidak perlu uang yang banyak untuk bisa pulih. Kenali dan hadapi kecemasan bersama EASE : Embrace Anxiety, Sadari Emosi by Grome.id —investasi kecil setara dua gelas kopi untuk kesehatan mentalmu.

Gromers, ngopi memang bisa bantu kamu tetap melek, tapi konsumsi berlebihan justru malah beresiko memperparah kecemasan dan kelelahan mental. Mengenali sinyal tubuh dan emosi adalah langkah awal supaya kamu nggak terus “menambal” rasa cemas dengan kafein. Pelan-pelan saja, kamu berhak punya hidup yang lebih tenang dan seimbang.

Sumber:

Liu, C., Wang, L., Zhang, C., Hu, Z., Tang, J., Xue, J., & Lu, W. (2024). Caffeine intake and anxiety: a meta-analysis. Frontiers in psychology, 15, 1270246

Purwanti, S., & Masriadi, M. (2025). Hubungan Konsumsi Kafein Terhadap Gangguan Psikologis Pada Laki-Laki Dewasa Generasi Millenial. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(2), 7350-7358.

Dewanti, P., & Tadjudin, N. S. (2022). Hubungan Minum Kopi Dan Kecemasan Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2019 Pada Bulan Januari 2021. Ebers Papyrus, 28(2), 50-62.