Pernahkah kamu bertengkar dengan pasangan hanya karena hal yang sebenarnya terlihat sepele? Misalnya, pasangan lupa membalas chat, tidak mengucapkan terima kasih, atau sibuk main ponsel saat kamu sedang bercerita. Sekilas, masalah itu tampak kecil. Tapi, entah mengapa respons yang muncul justru sangat besar hingga berujung pada pertengkaran.
Sering kali, penyebabnya bukanlah masalah kecil tersebut. Yang sebenarnya terjadi adalah "bank emosional" dalam hubungan sudah mulai kosong, bahkan mungkin sudah minus.
Apa itu Bank Emosional?
Konsep Bank Emosional atau Emotional Bank Account dicetuskan oleh John Gottman. Konsep ini menggambarkan bahwa setiap hubungan memiliki "rekening" emosional yang terus bertambah (deposit) dan berkurang (withdrawal) melalui interaksi sehari-hari.
Saat pasangan mendengarkan cerita kita dengan penuh perhatian, mengingat hal-hal kecil yang penting bagi kita, memeluk kita ketika sedang lelah, atau sekadar menanyakan bagaimana hari kita berjalan, semua tindakan tersebut merupakan bentuk deposit ke dalam bank emosional (Kowald, C., 2024). Mungkin tindakan-tindakan tersebut tampak sederhana. Namun, jika dilakukan secara terus-menerus, rasa dicintai, dihargai, dan diprioritaskan akan semakin kuat. Pasangan pun merasa bahwa hubungannya adalah tempat yang aman secara emosional.
Sebaliknya, bank emosional juga dapat mengalami withdrawal atau penarikan saldo. Kritik yang terus-menerus, mengabaikan pasangan saat bicara, meremehkan perasaannya, atau menghindari komunikasi merupakan contoh penarikan yang menguras saldo emosional (Kowald, C., 2024).

Ketika saldo masih penuh, pasangan biasanya lebih mudah memaklumi kesalahan kecil. Namun, ketika saldo emosional sudah menipis, seseorang menjadi jauh lebih sensitif. Kesalahan sederhana tidak lagi dianggap sebagai sebuah kekeliruan saja, tetapi mulai dimaknai sebagai bukti bahwa pasangan sudah tidak peduli atau tidak lagi mencintainya. Akibatnya, pertengkaran yang terlihat dipicu oleh masalah kecil sebenarnya sudah berakar dari kehabisan saldo bank emosional.
Keseimbangan Deposit dan Withdrawal dalam Bank Emosional
Hubungan yang sehat bukan berarti tidak pernah terjadi withdrawal atau interaksi negatif, melainkan jauh lebih banyak deposit berupa interaksi positif (Dollard, 2026). Saat sedang bertengkar, satu komentar negatif masih dapat dimaklumi karena kedua pihak sama-sama menyadari bahwa situasinya memang sedang penuh emosi negatif. Namun, keseimbangan ini justru perlu lebih besar ketika tidak sedang bertengkar.
Bayangkan kamu sedang menjalani hari yang menyenangkan bersama pasangan. Tiba-tiba ia berkata, "Kamu selalu ribet, deh." Kalimat itu biasanya akan jauh lebih membekas dibandingkan jika diucapkan saat sedang berdebat. Karena itulah, hubungan yang sehat dibangun dengan memperbanyak momen-momen positif sehari-hari, seperti mengucapkan terima kasih, memberi apresiasi, bercanda bersama, atau menunjukkan perhatian agar hubungan tetap memiliki "saldo emosi" yang cukup untuk saling memahami dan memperbaiki keadaan ketika konflik terjadi.