Mengenal Diri Sendiri di Tengah Ekspektasi Orang Lain

Mengenal Diri Sendiri di Tengah Ekspektasi Orang Lain

Dibaca 18 kali
Pernah nggak, Gromers memilih sesuatu karena dianggap sebagai pilihan terbaik oleh orang lain, padahal kamu sendiri belum tentu menginginkannya? 

Misalnya, memilih pekerjaan karena dianggap menjanjikan oleh keluarga, mengikuti kegiatan karena nggak enak menolak, atau menyembunyikan pendapat sendiri supaya tetap diterima oleh lingkungan. 

Mempertimbangkan pendapat orang lain sebenarnya adalah hal yang wajar. Namun, ketika kita terlalu sibuk memenuhi harapan mereka, kita jadi lupa memberi ruang untuk memahami keinginan diri sendiri. Padahal, mengenal diri sendiri bisa membantu kita mengambil keputusan yang lebih sesuai dengan minat dan prioritas pribadi.

Mengapa Kita Bisa Kesulitan Menentukan Pilihan Sendiri? 

Memahami diri sendiri ternyata nggak selalu sesederhana mengenali apa yang kita sukai atau tidak sukai. Ada kalanya, kita juga perlu memahami nilai, keyakinan, dan karakteristik yang membentuk gambaran diri kita. Bukan hanya tentang apa yang kita ketahui mengenai diri sendiri, tetapi juga seberapa jelas dan konsisten kita memahami hal-hal tersebut. 

Dalam psikologi, hal ini bisa dikaitkan dengan self-concept clarity, yaitu seberapa jelas dan konsisten seseorang memahami dirinya sendiri, termasuk karakteristik dan hal-hal yang ia yakini tentang dirinya (Campbell et al., 1996). 

Ketika pemahaman tentang diri sendiri masih belum kuat, menentukan pilihan memang bisa terasa lebih sulit. Penelitian Duan et al. (2021) menemukan bahwa orang dengan self-concept clarity yang lebih rendah cenderung lebih banyak mencari dan menerima saran dari orang lain karena merasa kurang percaya diri saat mengambil keputusan.


Sebagai contoh, kamu tertarik mengikuti suatu kegiatan karena ingin mengasah keterampilan tertentu. Namun, setelah mendengar teman-teman menganggap kegiatan lain lebih bergengsi, kamu mulai mempertanyakan pilihan awalmu. Padahal, pilihan yang terlihat menarik bagi orang lain belum tentu paling sesuai dengan kebutuhanmu. 

Mendengarkan pendapat orang lain tentu bukan hal yang salah. Yang penting, kita juga memberi kesempatan pada diri sendiri untuk memahami apa yang kita inginkan. Dengan begitu, kita bisa mempertimbangkan masukan orang lain tanpa harus selalu mengesampingkan pilihan pribadi.
Bagaimana Cara Mulai Mengenal Diri Sendiri? 

Mengenal diri sendiri bisa dimulai dari hal-hal sederhana dalam keseharian. Kamu nggak harus langsung tahu seluruh arah dan tujuan hidupmu. Cobalah memberi waktu untuk memahami minat, prioritas, dan caramu menentukan pilihan. 

1. Kenali minat dan hal yang penting buatmu 
Coba perhatikan kegiatan yang kamu nikmati, topik yang membuatmu penasaran, atau keterampilan yang ingin kamu pelajari. Kamu juga bisa memikirkan hal yang penting bagimu dalam pendidikan atau pekerjaan, misalnya kesempatan berkembang, kestabilan, atau waktu bersama keluarga. 

Hal ini sejalan dengan Lent et al. (1994), yang menjelaskan bahwa minat dan pilihan karier berkaitan dengan pengalaman, keyakinan terhadap kemampuan diri, serta harapan tentang hasil yang ingin dicapai. Sementara itu, Brown (2002) juga menekankan bahwa nilai yang dianggap penting oleh seseorang dan nilai budaya dapat memengaruhi pilihan pekerjaan. 

2. Pertimbangkan pilihan sebelum mengambil keputusan 
Saat mendapat ajakan, permintaan, atau saran, kamu nggak harus langsung menjawab. Coba ambil jeda dulu apakah hal tersebut sesuai dengan keinginan dan kondisimu. Misalnya, ketika kamu sedang butuh istirahat, kamu boleh menolak ajakan teman dengan sopan. 

Kamu tetap bisa menjaga hubungan baik tanpa harus selalu menyetujui setiap ajakan.Penelitian Uğurlar dan Wulff (2022) menemukan bahwa individu dengan self-concept clarity yang lebih tinggi cenderung lebih bijak dalam mengambil keputusan sosial sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai .



Memilih untuk Diri Sendiri Bukan Berarti Mengabaikan Orang Lain

Mendengar dan mengenal diri sendiri bukan berarti menolak semua masukan atau hanya memikirkan kepentingan pribadi. Kita tetap bisa mendengarkan pendapat orang lain dan menghargai hubungan, sambil mempertimbangkan kebutuhan diri sendiri.

Kita juga nggak harus selalu yakin 100% dengan setiap keputusan. Ada kalanya kita perlu mencoba, mengevaluasi, dan belajar dari prosesnya untuk memahami apa yang paling sesuai dengan diri kita. Mendengarkan orang lain itu penting, tetapi memahami diri sendiri juga nggak kalah penting. 

Jika kamu merasa kesulitan memisahkan keinginan pribadi dari ekspektasi lingkungan di sekitarmu, kamu tidak harus menghadapinya sendirian. Bersama GROME, mari mulai membangun kebiasaan untuk memahami kebutuhan diri, menghargai perbedaan, dan mengambil keputusan dengan lebih sadar, melalui sesi konseling dengan psikolog.

Yuk, beri ruang untuk lebih mengenal dan mendengarkan suaramu sendiri bersama GROME.