Yuk, Refleksikan Caramu Melangkah!
yuk-refleksikan-caramu-melangkah

Yuk, Refleksikan Caramu Melangkah!

Pernah gak, kamu duduk termenung, lalu muncul pertanyaan: Hidup capek ya, kok ga ada ujungnya?” atau “Sampai kapan ya hidup seperti ini terus?” Kalau iya, wajar kok kamu gak sendirian, Gromers! Tapi, apakah hidup ini memiliki ujung yang pasti dan apakah ujungnya selalu bahagia? 

Bayangkan hidup ini adalah sebuah lorong yang sangat panjang. Lorong itu bukan tujuan akhir, melainkan jalur penghubung antara dua area. Kehidupan manusia pun serupa layaknya menyusuri lorong. Setiap hari manusia sedang berjalan menyusuri lorong dengan harapan mencapai happy ending. Seolah-olah jika kita terus berjalan, kita akan sampai dan semuanya selesai.



Realitanya, kita gak akan pernah tahu ujung lorong hidup itu seperti apa, atau bahkan kapan kita sampai ke sana. Yang nyata justru adalah perjalanan menyusuri lorong itu sendiri. Ada kalanya lorongnya terang benderang dan ramai. Tapi ada kalanya, lampunya redup, lorongnya menyempit, dan kita merasa berjalan sendirian. Rasanya memang dinamis dan tak pasti. Segala perasaan yang dirasakan hari ini, setiap pencapaian yang dibanggakan, semua pengalaman yang dilewati, hanyalah bagian dari perjalanan. Mau itu terjadi 10 hari lalu atau bahkan 10 tahun lalu, semuanya tetaplah sementara. Tak ada yang benar-benar abadi di lorong ini. 

Kalau Semuanya Hanya Sementara dan Ujungnya Belum Jelas, untuk Apa Bersusah Payah Menjalaninya?

Justru karena sementara dan kita gak tahu ujungnya, salah satunya yang kita bisa kendalikan adalah arah dan cara kita melangkah. Banyak dari kita yang bergerak tanpa arah. Berjalan tapi sekadar muter-muter di tempat yang sama. Atau bahkan sudah berhenti sejak lama sampai kehilangan arah.
Mengapa ini Bisa Terjadi? 

Dalam psikologi, hal ini berkaitan dengan Self-Determination Theory (SDT) yang dikembangkan oleh Ryan & Deci (2000). Teori ini menjelaskan bahwa motivasi manusia digerakkan oleh tiga kebutuhan psikologis dasar, yaitu autonomy (keyakinan bahwa pilihan hidup datang dari diri sendiri), competence (rasa mampu bertumbuh dan berkembang), dan relatedness (rasa terhubung dengan orang lain). Ketika salah satu dari ketiga kebutuhan ini tidak terpenuhi, kita cenderung kehilangan dorongan untuk terus melangkah, stuck di tempat yang sama, atau bahkan berhenti sama sekali. Dengan memahami ketiga kebutuhan ini, setiap langkah dan keputusan yang kamu ambil menjadi jauh lebih bermakna.



Jadi, Bagaimana Memastikan Arah dan Cara Melangkah Tepat?

  • Pilihlah langkah berdasarkan nilai dirimu, bukan tekanan atau ekspektasi eksternal (Autonomy)
Motivasi paling kuat lahir ketika pilihan datang dari dalam diri sehingga kamu punya energi yang jauh lebih tahan lama untuk terus berjalan. Misalnya, dalam memilih karier, bukan karena gajinya besar atau karena harapan orang tua, tapi karena pekerjaan tersebut sejalan dengan nilai dan tujuanmu sehingga kamu tidak mudah menyerah.

  • Mulai langkah kecil yang mampu kamu lakukan dan kuasai (Competence
Salah satu alasan orang berhenti adalah karena merasa tujuannya terlalu jauh dan tidak mungkin dicapai. Padahal, rasa mampu tumbuh dari pengalaman berhasil melakukan hal-hal kecil. Cukup ambil satu langkah yang terasa dapat dilakukan hari ini. Dari situ, kepercayaan dirimu akan tumbuh sendiri untuk terus melangkah. 

  • Pilihlah orang-orang yang sejalan denganmu (Relatedness
Kamu tidak harus berjalan sendirian di lorong ini. Namun, penting untuk memilih dengan siapa kamu berjalan. Pasangan, sahabat, atau komunitas yang muara tujuannya searah akan membantumu tetap bergerak maju. Sebaliknya, mereka yang berbeda jauh darimu bisa tanpa sadar memperlambat atau bahkan menghentikan langkahmu. 

Terdengar simple, tapi sulit luar biasa menjalankannya. Banyak orang terjebak di satu momen. Saat senang, terlalu nyaman hingga tidak mau melepaskannya. Saat sedih, takut melangkah lagi ke depan, tidak ingin terluka. Padahal, momen-momen itu hanyalah segelintir kecil dari perjalanan lorong yang panjang. Tugas kita sebagai manusia cuma satu, yaitu memastikan kita tetap berjalan ke arah yang tepat.



Tidak perlu terjebak dalam kompetisi siapa yang paling cepat sampai ke ujung, karena setiap orang punya lorong yang berbeda-beda. Cukup pastikan setiap langkah yang dipilih, karier yang kamu tekuni, orang-orang yang kamu pilih untuk menemanimu, nilai-nilai yang kamu pegang, semuanya membuatmu bergerak maju menuju tujuan akhirmu.

Karena pada akhirnya, kita semua memang sedang menyusuri lorong. Dan kalau di tengah jalan, kamu merasa kehilangan arah atau membutuhkan bantuan, kamu gak perlu merasa sendirian. Kamu dapat menghubungi Grome.id untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut dalam perjalananmu.


Referensi: